Since 07-07-2017

Follow Me !

EPIGRAPH - Sepercik Bara Dalam Aspal

Epigraph terbentuk pada tanggal 27 Januari 2013.
Nama Epigraph terucap oleh Iweng ketika saat
ditugaskan oleh teman-temannya untuk mencari nama band ini. Menurut filosofinya, Epigraph
tersebut mempunyai arti prasasti atau fosil. Tidak memungkiri bahwa kami sebagai manusia saat ini,
terlahir dari turunan nenek-nenek moyang kami terdahulu, yang mungkin saat ini sudah menjadi
fosil atau prasasti.

Formasi Epigraph pada tahun tersebut diantaranya, Iweng (vokal), Hilmi Imiw (gitar), Raka Acil
(drum) dan Wawan (gitar). Band ini tidak pernah lepas dari mana berasal, yakni daerah Cileunyi,
Kabupaten Bandung lah menjadi romansa kami untuk memulai semuanya. Seperti halnya agresi anak
muda pada saat itu, kami memutuskan untuk mengambil genre metal hardcore.
Pada latihan saat itu kami banyak memainkan lagu-lagu band idola kami, diantaranya Lamb Of God,
As i lay dying, Chimaira, dan Sepultura.

Hasilnya kami memiliki dua lagu yang selalu kami bawakan di beberapa panggung kami, single pertamanya adalah bertajuk Siksa Jiwa, dan yang kedua adalah Propaganda Moral Religion.

Line up tersebut hanya bertahan selama tiga tahun, pada tahun 2015 Wawan sang gitaris
memutuskan untuk memilih kesibukannya dalam pekerjaan yang lain, maka dari itu dengan berat
hati Wawan harus meninggalkan band ini.
Dengan kondisi hanya bertiga kami sempat menghajar beberapa gigs yang ada di Bandung. Tidak
bertahan lama, Iweng memutuskan untuk mengajak teman satu kampusnya untuk mengisi
kekosongan gitar, ialah Anjar Jambrong. Sempat menghajar beberapa panggung, Jambrong mampu
beradaptasi dengan Epigraph. Namun disayangkan Jambrong hanya bertahan hingga tahun 2016,
setelah itu ia memutuskan untuk tidak bersama lagi, dengan alasan karena kesehatannya.

Dengan itu kami kembali menghajar jalanan scena musik Bandung dengan hanya bertiga, namun
tetap brutal dan berbahaya. Memasuki tahun 2017, kami memulai agresi baru yakni dengan bantuan
seorang bassist yang bernama Reza dari band Syncronic.

Reza hanya mampu mengikuti kami pada gigs Road To Hellprint, setelah itu kembali ia memutuskan untuk tidak pada band ini.

Tidak patah arang, Iweng kembali mecoba menghubungi teman satu bandnya dahulu, ialah gitaris
yang bernama Zicky Ramadhan. Setelah itu Iweng memanggil Hap-hap teman satu kampusnya untuk
mengisi kekosongan pada bass. Hap-hap juga merupakan gitaris dari band grindcore Hellmouth.
Tambahan amunisi baru, formasi pada 2017 diisi oleh Iweng (vokal), Hilmi Imiw (gitar), Raka Acil
(drum), Zicky (gitar), Hap-hap (bass). Dengan formasi tersebut, kami sempat menghajar andalas
beberapa panggung Super Rawk Festival 2017 di beberapa titik selama dua minggu.

Bahkan pada titik pertama di Sadang Serang, kami mendapatkan predikat band terbaik dengan juara 4. Namun setelah menghajar beberapa panggung di Super Rawk, di event terakhir super rawk Zicky
memutuskan untuk hengkang, dan memilih fokus untuk band terdahulunya. Melihat posisi gitar
kosong, melalui rapat bersama memutuskan Hap-hap untuk mengisi kekosongan gitar. Karena kami
tahu kualitas Hap-hap di band grindcore nya sebagai gitaris.
Posisi bass yang kosong, Iweng kembali bergerilya mengontek teman lamanya Arab Salman yang
saat dahulu pernah bermain satu stage pada event tahun baru. Kami memutuskan untuk Arab
mengisi posisi bass di band ini. Namun sangat disayangkan dimasa-masa sedang menggarap EP
album, Arab memutuskan untuk tidak bersama lagi bersama kami.
Dengan kekosongan pada bass kami tetap merampungkan materi EP album yang berhasil kami track
di Home Recording “ Depthbase Record “ yang kebetulan milik salah satu teman kami Hamzah.
Pada saat perjalanan proses recording, kami sangat kaget mendapat undangan dari Bloods Record
untuk maen di event Jakcloth Jakarta di stage Bloods.

Langsung kami berinisiatif mencari bass edisional, dan dapatlah dari teman satu kampus Iweng yaitu, Ozan Felixdari Respect Minority. Ozan membantu kami pada event Jakcloth dengan apik. Pada event Jakcloth kami satu stage dengan band idola kami asal New York America, Madball Hardcore. Namun memang ferform mereka berbeda hari dengan kami, meski demikian hal tersebut tetap menjadi kebanggan bagi kami bisa satu stage bersama band-band yang kami cintai.

Diawal tahun 2018 tepatnya pada tanggal 26 Januari yang bersamaan juga anniversary kami yang ke
5 tahun, Alhamdulillah EP album kami yang bertajuk “Aggresive Ressurection” sudah bisa di nikmati untuk kalian pecinta Metal dengan dibalut nuansa Hardcore.

Setelah peluncuran EP Album, kami memutuskan untuk merekrut Ozan Felix sebagai personil tetap
kami. Sehingga dimulai pada tahun 2018 formasi kami sangat bringas,
berisikan :
- Iweng (vokal),
- Hilmi Imiw (guitar),
- Raka Acil (drum)
- Hap-hap (guitar), dan
- Ozan Felix (bass).

Formasi tersebut bertahan hingga saat ini tahun 2020. Hasilnya tepat pada tanggal 12 April 2020,
kami berhasil memuncratkan salah satu single untuk album terbaru kami dengan bertajuk “Unreal”.
Single tersebut di rilis melalui platform Youtube, dan memang rencannya akan di rilis juga bersama
dengan platform-platform lainnya.
Cheeeeeerrssss \m/

Hippolyta rilis single perdana yang berjudul "Edukasi"

Hippolyta merupakan band pop punk asal bogor yang di bentuk pada Juli 2019. Nama hippolyta di ambil dari seorang wanita perkasa yang memerintah Amazon, sebuah suku pejuang yang hanya beranggotakan wanita. kami berharap dengan nama Hippolyta ini yang sangat kuat dan kejam bisa mengemas musik yang kejam untuk para penikmat musik.
Hippolyta terdiri dari Raka (Vokal+Guitar), Hafid (Guitar), Aldi(Drum).
Hippolyta telah merilis single perdana yang berjudul "Edukasi".
di lagu "Edukasi" ini hippolyta featuring dengan rapper sekaligus penulis lyric "Edukasi" yaitu Baka Herga. lagu ini bercerita tentang bangkitnya sebuah kelompok/band yang berlarut – larut terpuruk di karena kan masa lalunya yang gagal.
dengan komposisi yang sederhana serta lirik yang memberi pesan semangat untuk bangkit lagu ini menjadi single perdana hippolyta.

proses penggarapan single "Edukasi" berlangsung sejak 2018. Namun pengerjannya sempat tertunda karena ada suatu hal yang menyebabkan kami sulit untuk berkumpul. lagu "Edukasi" telah rilis dan bisa di dengar di beberapa digital platform seperti : Spotify, Itunes, Youtube, JOOX dan digital platform lainnya
Kita ingin memberikan warna baru di industri permusikan dan ingin membuktikan bahwa musik yang kami buat layak untuk di dengar.

Sosial media :
Twitter    : Twitter.com/hippolytaband
Facebook   : Facebook.com/hippolytaband
Instagram  : Instagram.com/hippolytaband
YouTube    : Hippolyta TV
Soundcloud : Soundcloud.com/hippolytaband
               Info Kontak : +6289525314378 (Mr.Duls)

BLANGKON HAJI RILIS ALBUM "WAKE UP RUDEBOYS"

Belangkon Haji Unit band SKA Bandar Lampung di tahun 2017 telah merelaese dan launching album betajuk ”WAKE UP RUDEBOYS” yang melahirkan enam track lagu andalan.
Dan dari awal terbentuk album “WAKE UP RUDE BOYS” mulai banyak aktivitas panggung sana-sini ditambah kesibukan pekerjaan tiap masing-masing personil, sehingga belum sempat terfikirkan untuk membuat music video, namun karena seringnya pertanyaan dari teman-teman di tahun 2019 baru terfikirkan untuk merealisasikan music video.
Belangkon Haji sepakat memilih satu track (Working Class) dalam album ini dan membuat sebuah music video untuk para pekerja keras yang selalu berjuang untuk keluarga dan sanak family. Melalui music video ini  mengajak  untuk selalu berjuang dengan pekerjaannya agar bisa mencapai sesuatu yang diinginkan.
Lagu working class dibuat sebagai penyemangat untuk diri sendiri ataupun orang lain (para pekerja) yang selalu bekerja. Fred perry, tracest, dan boots di pakai sebagai simbol untuk para pekerja keras yang senantiasa selalu berjuang untuk keluargannya.

Pengambilan gambar dalam music video ini dari beberapa tempat yang memang cocok dengan penggambaran kelas pekerja seperti jalan raya dan Pusat keramaian.
Music video ini dirilis tanggal 1 Mei bertepatan dengan hari buruh sedunia (MAYDAY). Dengan adanya music video ini harapan kita semua ada penghargaan atas kerja keras dari pekerja dan buruh!!

Regards,
Belangkon Haji

DIRECTED BY
Video Direct  : Fahmy Sas
Cameraman 1 : Fery Setiawan
Cameraman 2 : Wimpy Anggreiawan
Editor :  Fahmy Sas
Property : Guruh Aldo Pratama / Yudhi Arab

Email :         
Instagram :        
Youtube : 
Facebook :           
Contact Person : 
+6281996868519

SEPATU KOTOR AFTER TOUR "MENGITARI JAWA PART1"

Setelah melakukan tour yang bertajuk “ mengitari jawa part 1 “ , band @sepatukotormusic asal
kota suwar-suwir jember jawa timur yang ini merilis EP pertama mereka di platfom digital seperti
spotify,joox,i tunes dan lain-lain .


Sebelum nya EP pertama mereka sudah dirilis secara fisik pada
tanggal 12 februari lalu yang dirilis oleh @morfeen.official . EP pertama mereka yaitu berjudul “
LOVE HIBERNATION “ yang diambil dari kejadian nyata dan yang dialami mereka pada saat remaja .

Kebanyakan orang lelah dan trauma dengan yang namanya cinta tetapi mereka merangkum lelah
dan trauma nya di ep “ LOVE HIBERNATION “ ini . Mereka berterimakasih kepada mantan sehingga
EP ini bisa di buat . Segera dengarkan dan nikmati ep terbaru mereka di digital platfrom kesayangan
kalian . enjoooy !!


THE TALKING BAND BERAWAL DARI PENIKMAT MUSIK

The Talking adalah grup musik asal sawah besar, jakarta pusat . Grup musik ini
dibentuk pada 15 september 2017 dan bergenre Hiphop .
The Talking artinya berbicara dan tercipta dari setiap apa yang kita rasa dari diri sendiri atau lingkungan sekitar tentang realita hidup, cinta, impian, mungkin kesedihan yang pasti apa yang dialami manusia selama hidup dan hanya kenyataan yang kami buat kedalam setiap lagu The Talking, karena berbohong itu dosa.

“ Kami hanya berawal dari penikmat musik dan jam terbang minimalis kurang eksis takut

narsis “
• Profil The Talking
Nama grup musik : The Talking
Tanggal terbentuk : 15 September 2017
Genre                    : Hiphop
Alamat                  : Sawah Besar, Jakarta Pusat
Email                    : rpahlevie92@gmail.com
Contact Person     : +62812 9409 9225
Personil                : • Muhammad Syahreza Pahlevi a.k.a ZLevie
                                • Pandu Lesmana a.k.a Steven_Dru


Tentang Lagu :
“ Kenapa, apa, bagaimana ( wanita ) ; tercipta dari apresiasi kita terhadap kaum hawa
atas semua hal yang tidak bisa kita sebutkan tentang posisi sebagai wanita teruntuk ibunda.
Karena dari zaman dahulu hingga sekarang wanita selalu menjadi korban setiap perkembangan
sejarah. Dan kini wanita masih menjadi korban atas pola pikirnya sendiri dengan alasan
kemajuan, mereka hanya sibuk untuk  terlihat indah dimata, padahal tanpa mereka sadari
teramat penting kehadiran mereka dalam kehidupan untuk rdan sekitarnya, inner beauty
kecantikan berkelas " Menurut salah satu personel THE TALKING .


SPOTIFY

The Simple Music Rilis Lost Boy Bernuansa Vintage

The Simple Music Rilis Lost Boy Bernuansa Vintage
3 Darah muda yang menamakan grupnya sebagai The Simple Music, akhirnya merilis single perdananya yang bertajuk Lost Boy.

Mereka adalah :
~ Zaini Zidane (vocal/guitar),
~ Dimas Ikhsan (Bass), dan
~ Rafi Mustaqim (drum).

“Kita mengartikannya permainan musik yang mudah. Kita membuat irama yang sangat mudah untuk diperdengarkan orang lain. Simple diambil dari simple present tense yang selalu ada saat pelajaran bahasa inggris. Music hanya kita tambah tambahkan saja”, ungkap Zaini sebagai alasannya memilih nama The Simple Music.
Single Lost Boy dengan genre rock n roll ini memperdengarkan sound yang vintage, dengan bumbu surf rock yang sangat kental. Lagunya sendiri bercerita tentang kisah patah hati pria muda yang berpisah dengan pasangannya, namun harus tetap semangat melanjutkna hidup. “happy sad song sih haha” ungkap para personil. Single ini kabarnya dikerjakan dalan kurun waktu satu tahun, sebagian besar terjadi kelalaian karena keluguan mereka dalam dunia produksi musik.

Single Lost Boy akan menjadi perkenalan The Simple Music, yang akan dapat didengar pada tanggal 10 April 2020 di Spotify, iTunes, Deezer, Joox, dan Digital Streaming Platform lainnya. Rencananya akan merilis EP dalam jangka waktu dekat




COMPADRES MERILIS SINGLE BARU "TERBIRU"

Compadres, band indie asal Ibu Kota yang beberapa waktu
lalu merilis single "Someday Monday" yang liriknya dianggap
"mendahului" terjadinya kisah pandemi Covid 19, kini hadir
kembali di kancah indie pop tanah air dengan merilis sebuah
single baru yang berjudul "Terbiru".

Dalam single terbarunya ini Compadres menawarkan
ambience yang tidak kalah fresh dari single-single
sebelumnya.

Fusi californiana, 70's american rock dan city
pop seakan memberikan warna yang mengasyikan untuk
mengiringi cerita asmara, dibalut dalam lirik yang menjauhi
perspektif klise lagu cinta yang jamak terdengar khalayak
umum.

"Terbiru" adalah lagu cinta pertama yang dirilis oleh band yang
pernah mengisi soundtrack film Gundala ini.

Band yang saat
ini diperkuat oleh :
~ Adhi Rahman (keyboard, vokal),
~ Gilang
~ Pramudya (gitar, vokal),
~ Viqi Fauzi (gitar, vokal),
~ Hario
~ Nugroho (bass) dan
~ Riza Bachri (drum),

seakan ingin terus
memperkaya katalog musik dan lagu mereka.

"Terbiru" seakan
menjadi salah satu realisasi keinginan mereka tersebut. Terbiru dirilis di tengah-tengah masa penggarapan album penuh Compadres mendatang. Compadres masih
menyimpan banyak kejutan untuk karya-karya selanjutnya.

APRIL

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More