Since 07-07-2017

Follow Me !

Liputan Spesial – Drummer Nusantara (DRNS) Tampilkan Pertunjukan Spektakuler di Podomoro Golf View

Sabtu, 13 September 2025, Podomoro Golf View menjadi saksi sebuah pertunjukan spektakuler dari Drummer Nusantara (DRNS). Sejak pukul 10 pagi hingga 9 malam waktu setempat, rangkaian acara berjalan penuh energi, kemeriahan, dan kekaguman yang tiada henti. Sepanjang hari, suasana panggung dipenuhi gebrakan ritmis yang saling sahut-sahutan antar performer, menciptakan alur hiburan yang hidup hingga penutupan.
Yang membuat pertunjukan ini begitu luar biasa adalah kenyataan bahwa mayoritas anggota DRNS merupakan anak-anak usia dini. Ada yang baru berusia 4 tahun bernama Eijaz Ahsan Abqary, namun sudah mampu menorehkan prestasi membanggakan. Ia berhasil menjuarai lomba kategori usia dini di salah satu kota di Jawa Timur, bahkan beberapa kali tampil di event nasional dan ajang bergengsi lainnya.
Tak kalah mengagumkan, hadir pula penampilan spesial dari Ershall Bahtiar, juga berusia 4 tahun. Meski bertubuh kecil, Ershall tampil penuh percaya diri dengan skill epik yang membuat penonton berdecak kagum. Penampilannya membuktikan bahwa semangat bermusik bisa tumbuh bahkan sejak usia balita.
Sorotan lain datang dari gadis kecil berhijab, Nabiha Iframikayla Hasanah. Di usianya yang baru 6 tahun, ia tampil sangat mumpuni dengan teknik rapi dan kontrol ritme matang. Sosoknya memukau audiens sekaligus menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi para orang tua yang hadir.
Kejutan berlanjut lewat duet luar biasa dari dua drummer bersaudara, Syahla & Zahra, berusia 12 dan 13 tahun dari Aries Garasi Drum School (AGDS) Sukabumi. Meski masih belia, keduanya menunjukkan kekuatan, teknik, dan musikalitas yang matang, menambah warna sekaligus memperlihatkan keragaman talenta di tubuh DRNS.
Sementara itu, Alfy, drummer berusia 11 tahun, kembali menunjukkan kepiawaiannya yang luar biasa. Ia telah meraih Juara 1 tingkat nasional dua tahun berturut-turut, sebuah pencapaian yang mengukuhkan bakat besarnya. Namanya semakin bersinar karena sering diundang tampil di berbagai kota besar di Indonesia—mulai dari Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, hingga kota-kota lain. Lebih membanggakan lagi, Alfy merupakan drummer band Go-Block-S, sosok yang kini menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda, membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berprestasi di panggung nasional.
Kemeriahan semakin terasa ketika acara turut menghadirkan band-band pilihan. Go-Block-S tampil memukau dengan suguhan musik jenaka melalui lagu "Kagak Enak" sekaligus membawakan deretan lagu reggae yang menghibur. Sementara itu, Predator Band—jawara baru yang belum lama ini meraih predikat Juara 1 dalam sebuah ajang musik tingkat Asia—berhasil menambah semarak panggung dan membuat penonton larut dalam euforia.
Dari sisi teknis, acara ini berjalan sangat profesional berkat dukungan penuh berbagai pihak. TEBE Pro hadir memastikan kualitas sound system, panggung, LED, hingga tenaga kerja berjalan optimal sehingga seluruh pertunjukan tampil dengan hasil terbaik. Dukungan 303 Pro’sounds dan Lima Dimensi (5D) turut memperkuat kualitas audio-visual, menghadirkan detail suara yang jernih serta visual memukau. Tak hanya penonton di lokasi, audiens yang menyaksikan melalui live streaming pun puas dengan kualitas tayangan. Kolaborasi teknis yang matang inilah yang menjadikan event ini bukan hanya meriah di panggung, tetapi juga berkesan dan menjangkau audiens lebih luas.
Lebih spesial lagi, acara dipandu dengan penuh energi oleh dua nama beken yang berduet sebagai master ceremony: Bagi Dua, yakni Ipank (Go-Block-S) bersama Kudil (TeamLo). Duet MC ini berhasil menjaga ritme acara tetap hidup, menghadirkan suasana cair, interaktif, sekaligus menghibur sejak awal hingga akhir.
Puncak acara ditutup dengan penampilan spektakuler berupa parade 7 drummer DRNS di sesi pertama, disusul 7 drummer DRNS lainnya di sesi kedua, mengiringi dua lagu pilihan panitia. Sinkronisasi yang terjalin begitu indah memperlihatkan bagaimana lintas usia—dari anak-anak, remaja, hingga dewasa—saling melengkapi dan menutupi, menciptakan harmoni yang menggetarkan. Usai parade, prosesi penyerahan piagam, penghargaan, serta hadiah dilakukan kepada para pemenang dari kategori Harapan 1 hingga 3, serta Juara 1 hingga 3.
Lebih dari sekadar acara musik, pertunjukan DRNS di Podomoro Golf View membuktikan bahwa ketika bakat, kerja keras, dukungan keluarga, dan fasilitas profesional berpadu, lahirlah sebuah momentum yang menginspirasi. Anak-anak usia dini hingga remaja tampil percaya diri, membanggakan orang tua, dan memberi teladan bagi generasi berikutnya. Sebuah pembuktian nyata bahwa musik tidak hanya hiburan, tetapi juga jembatan mimpi antar generasi.
Liputan: AlxFtr – Indie Preview

KJR MENYEBERANG : DARI WARISAN DANGDUT KE PANGGUNG INDIE

Jakarta, September 2025 – Dunia musik Indonesia terus bergerak dinamis. Jika dulu genre berjalan di jalurnya masing-masing, kini batas itu makin kabur. Kolaborasi lintas genre menjadi pemandangan biasa: rock bersanding dengan pop, hip-hop berpadu dengan jazz, hingga dangdut berkolaborasi dengan musik elektronik. Fenomena ini menjadi peluang sekaligus tantangan, dan salah satu nama baru yang menandai arah itu adalah KJR. ---
Dangdut dan Keterbatasan Komunitas Selama puluhan tahun, dangdut dikenal sebagai musik rakyat yang tumbuh dalam komunitasnya sendiri. Nama besar seperti Rhoma Irama telah menjadi ikon tak tergantikan, dan banyak musisi dangdut menjadikannya patokan utama. Namun di sisi lain, pola ini membuat dangdut seakan terjebak di ruang terbatas—lebih banyak berputar pada lingkaran penggemar loyal tanpa interaksi besar dengan komunitas musik lain. “Kita tidak ingin terjebak hanya di zona nyaman dangdut. Kami ingin meramaikan dunia musik dengan cara berbeda, tanpa meninggalkan akar,” ungkap salah satu personel KJR. ---
Menyebrang ke Ranah Indie Istilah “menyebrang” dipilih KJR untuk menggambarkan langkah besar mereka. Bukan sekadar eksperimen, tetapi upaya membangun interaksi nyata dengan komunitas indie yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Komunitas indie dikenal dengan keragaman genre: dari folk, jazz, pop eksperimental, hingga rock alternatif. Budaya kolaborasi inilah yang dilihat KJR sebagai lahan subur untuk bereksperimen dan membuka ruang dialog musikal baru. “Tujuan kami bukan menguasai, tapi meramaikan,” tambah KJR. ---
Tren Kolaborasi Musik Fenomena kolaborasi lintas genre kini marak di Indonesia. Subgenre baru seperti hip-dut (hip-hop + dangdut koplo) bahkan berhasil viral lewat lagu “Garam & Madu (Sakit Dadaku)” yang menembus jutaan penonton di TikTok dan YouTube. Di sisi lain, musik indie Indonesia juga sedang berada di puncaknya. Gelombang Senja dengan Payung Teduh, Fourtwnty, dan Danilla berhasil membawa musik indie ke arus utama dengan gaya sederhana namun puitis. Semua ini menunjukkan audiens Indonesia sudah siap menerima eksplorasi baru—ruang yang ingin dimasuki KJR. ---
Amanah Mara Karma Di balik langkah progresif ini, ada satu fondasi yang tak boleh dilupakan: Mara Karma. Sosok almarhum dikenal sebagai penyanyi, pencipta lagu, dan pengaransemen dangdut yang mewarnai sejarah musik nasional. “Ini soal amanah,” kata perwakilan KJR. “Kami ingin meneruskan semangat Mara Karma, tapi dengan pendekatan yang sesuai zaman sekarang. Jadi kami tidak hanya melestarikan, tapi juga menghidupkan kembali dengan cara baru.” ---
Persiapan Internal Sebelum melangkah ke panggung kolaborasi besar, KJR fokus merapikan performa, memperkuat chemistry, dan membangun kualitas musikal agar setara dengan standar komunitas indie. Latihan intensif, uji coba panggung kecil, hingga evaluasi teknis menjadi bagian dari perjalanan mereka. Selain itu KJR juga tengah menyiapkan proyek featuring bersama penyanyi legenda dangdut lainnya. Meski detailnya belum diumumkan, rencana ini diproyeksikan menjadi momentum penting bagi KJR untuk menunjukkan identitas baru di hadapan publik. ---
Dari Dangdut untuk Semua Harapan terbesar KJR sederhana tapi bermakna: agar musikalitas mereka disambut bukan hanya oleh komunitas dangdut, tetapi juga oleh komunitas indie dan pendengar lintas genre. Mereka ingin menjadi jembatan—antara dangdut dan indie, antara tradisi dan modernitas, antara generasi lama dan generasi baru. “Musik itu pada dasarnya soal kebersamaan,” tutup KJR. “Kalau kita bisa bergerak bersama, kenapa harus berjalan sendiri-sendiri?” ---
Penutup Langkah KJR adalah cerminan dari pergeseran besar dalam industri musik Indonesia: keterbukaan, keberanian, dan penghormatan pada tradisi. Dari amanah Mara Karma, KJR kini melangkah dengan arah baru. Mereka tidak datang untuk mengubah wajah indie, melainkan menambah warna. Dan dalam musik, semakin banyak warna, semakin indah harmoni yang tercipta.
Penulis : Aleks

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More